Senin, 03 Oktober 2011

Makna Coretan, Gambar dan Mengenal karakter seseorang



Mungkin banyak yg tidak tau tentang makna sebuah coretan,disela-sela luang anda tidak sengaja mencoret-coret sesuatu diatas bidang,semua itu sebenernya adalah curhat anda lewat sebuah gambar,karena mengungkapkan isi tak cuma dengan kata-kata atau bicara.

Mungkin cara ini juga bisa digunakan untuk mengenal karakter pasangan mu,dengan kita menyuruh doi menggambar secara tidak sengaja kita juga bisa dapat mengenali karakternya dan kepribadiannya,maka cobalah kepada cewek,pacar,kekasih,sumami,istri,kamu.mencoba kenali terus siapa diri kamu sendiri,kenali dia agar kamu senantiasa apa yang ada dirinya,karena mengerti lebih permanen sifatnya.Lewat aktivitas menggambarpun juga bisa.Nah,dari situlah muncul seniman yaitu seorang pelukis,mereka berawal dari inspirasinya,bahkan kejadian-kejadian yang dialami sendiri tertuanglah sebuah karya yaitu lukisan,Maka dari itu tuangkankanlah kreasimu walau hanya dg coretan sapa tahu coretan mu bisa menjadi karya menarik bagi public yang bisa juga menghasikan uang. Dibawah ini adalah macam-macam coretan dan gambar dg makna yang terkandung didalamnya,jika anda pingin ngintip gambar yg anda buat atau ngintip apa yang digambar orang lain,inilah contekannya:
Garis dan ketebalan

Garis tipis menggambarkan kesensitifan dan mood yang mudah berubah.Si pembuat gambar kwatir melakukan kesalahan.Garis tebal menggambarkan ketetapan hati,kekuatan,dan energi.Tapi garis terlampau tebal,sampai kertas ikut bertekstur,bisa diterjemahkan agresi.Pengulangan garis dan pola biasanya mengindikasi ketekunan dan kesabaran.Garis zig-zag mengindikasi bahwa orang yang menggambar menghadapi realita kehidupan keras dan membubutuhkan kenyamanan.Memaknai garis gelombang sebaiknya dikaitkan dengan konteks gambar,misalnya gambar laut,mengindikasikan orang tersebut memiliki impian,namun tak juga mencapainya.Kalau garis bergelombang dibuat untuk rambut,indikasinya keinginan memperantik diri atau orang lain.
Rumah
Gambar rumah menunjukkan bahwa orang yang menggambar memiliki kedekatan dengan keluarganya.Kedekatan tersebut bisa baik ataupun sebaliknya.kalau rumah digambar dengan rapi,artinya orang yang membuat gambar merasa nyaman dan bahagia berada dirumah.Sedang rumah yang digambar dengan garis asimetris,ada asap cerobong nya berarti sebaliknya.Ia merasa tidak bahagia berada di rumah,atau ada masalah dalam rumahnya tesebut.
Wajah
Gambar wajah bisa merupakan cerminan diri sendiri,dimana orang menggambarkan ingin menjadi seperti orang yang digambar.Bisa juga cerminan orang orang lain yang berada didekatnya,perasaan terhadap orang tesebut tergambar dari exspresi gambar wajahnya.Selain itu,mata,hidung,bibir dan telinga bisa di interpresikan sendiri.
Pohon
Gambar pohon bisa menunjukkan banyak hal,mulai dari orentasi dalam hidup(terlihat dari akarnya),keinginan mencapai sesuatu(bisa dilihat dari buahnya),sampai karakter kepribadian(terlihat dari dahan,batang,daun).
Tempat tertentu
sebuah tempat bisa mencerminkan aktivitas yang diingkan seseorang.Dalam sebuah sesi Talkshow,ada salah seorang wanita menginterpesikan gambar sawah.Menurutnya,sawah merupakan tempat untuk menyalurkan hobi bercocok tanam dan bisa menhasikan uang.Artinya ketika menggambar itu,seseorang menyalurkan hobinya dan bonus tersendiri jika hobi tersebut bisa menghasikakan uang.

Polisi Berkuda


Polisi berkuda adalah unit khusus dalam departemen kepolisian atau organisasi keamanan masyarakat yang menggunakan kuda untuk aktivitas patroli atau operasi khusus. Terkadang kuda digunakan khusus untuk transportasi yang mempermudah dan memotivasi interaksi personal di antara polisi dan masyarakat. Selama operasi khusus, tinggi dan besar kuda meningkatkan kehadiran dan kekuasaan komando polisi.
History (Sejarah)
Organisasi penegak hukum modern saat ini telah mengembangkan kuda dari pelopor militer. Sejak penemuan pelana, pemijak kaki, dan ban leher, kuda telah menjadi kekuatan tenaga penggerak dalam kampanye militer dan kegiatan polisi. Pemanfaatan kuda seperti itu dapat ditelusuri dari zaman dahulu sampai dengan sekarang. Inggris telah memberikan akar yang berpengaruh pada sistem yang berlaku di Amerika. Pada tahun 1629, Raja Charles I menerbitkan “Articles of War” yang menyebutkan bahwa provos diizinkan untuk berkuda, “karena dia haru berkeliling dari satu pasukan ke pasukan lainnya untuk memperbaiki banyak hal, kalau-kalau prajurit-prajurit itu merusak daerahnya dan membuat takut masyarakatnya.” Pasal-pasal itu menghasilkan tugas pemeliharaan kedamaian yang pertama dari polisi berkuda.
Selang satu abad kemudian, hakim Sir Henry Fielding memohon agar resimen pasukan berkuda ditugaskan untuk “Bow Street Runners,” untuk melakukan patroli di jalan utama dan daerah pedesaan yang berbatasan dengan London. Sebaliknya dia diberi enam berkuda untuk bergabung dengan dua pasukan berkuda lainnya yang disebut “pemburu.” Meskipun aksi yang dilakukan oleh unit kecil ini dinilai berhasil, hal ini bertahan hanya dua tahun, dan tidak sampai 40 tahun kemudian, menjadi unit polisi berkuda permanen.
Selama jeda 40 tahun tersebut (1762"1805), segerombolan penjahat menyerang, merampok, dan menjarah wisatawan dan penduduk sesukanya. Munculnya peristiwa-peristiwa yang membahayakan masyarakat menyebabkan kebangkitan kembali polisi berkuda sebagaimana yang kita kenal saat ini dalam penampilan Anglo-Amerika. Lima puluh dua mantan pasukan kavaleri, di bawah pengawasan pemerintah, dipersenjatai dengan pistol, saber (semacam pedang pendek), tongkat polisi, dan borgol untuk menghadapi para penjahat dan pelanggar hukum. Dengan pakaian jubah merah, pasukan berkuda yang gagah berani ini kemudian dijuluki Robin Red Breast oleh mereka yang menginginkan keamanan di balik barisan mereka. Oleh karena efektivitas mereka yang sangat tinggi, jumlah polisi berkuda ini semakin meningkat. Bahkan saat ini, 210 orang dan 176 kuda aktif bersama London Police Department.
Dengan semakin berkembangnya pasukan berkuda di Inggris, banyak kota di Amerika yang mengadopsi unit kesatuan berkuda ini. New York merupakan kota pertama yang menerapkan cara ini pada tahun 1871. Ironisnya, tujuan utama unit itu adalah untuk mengatur lalu-lintas, di mana orang-orang diancam dan ditakut-takuti oleh pengendara mobil yang ugal-ugalan. Pada tahun 1900, New York telah memiliki lebih dari 200 pasukan berkuda yang berpatroli secara teratur. Jumlah ini mencapai puncak sampai 700 sebelum jumlah itu mulai mengalami penurunan, tapi sampai saat ini terdapat sekitar 100 kuda yang masih dipergunakan.
Tiga tahun kemudian San Francisco mengikuti cara ini, dan pada tahun 1883 Boston menjadi kota yang ketiga yang menyediakan unit permanen ini. Tidak banyak sejarah yang dapat dicatat dari unit berkuda, tapi berdasarkan perhitungan yang ada dapat dikatakan hampir setiap departemen kepolisian sekali waktu atau beberapa kali, telah menggunakan kuda yang hanya dilengkapi dengan pelana atau yang berpakaian lengkap.
Seiring dengan semakin diperkenalkannya mobil pada tahun 1920-an, jumlah unit berkuda mulai berkurang. Tidak disangsikan lagi, alat transportasi yang baru merupakan perubahan yang menarik daripada berjalan kaki dan naik kuda, karena dua polisi dapat berkendaraan bersama dan membawa lebih banyak perbekalan, perlengkapan pakaian dan senjata sementara mereka terlindung dari unsur-unsur kekerasan. Mungkin penampilan yang sangat menarik ini membuat kedua polisi patroli tersebut terbukti tidak efektif dan boros, sebuah kesengsaraan yang menghinggapi departemen kepolisian sampai tahun 1950-an. Dalam keadaan tersebut, satu-satunya aset yang dapat ditawarkan mobil adalah menjawab panggilan dari jauh dengan cepat; mobil tidak pernah terbukti menjadi sarana yang sangat tepat untuk menjalin hubungan dengan masyarakat atau mengawasi keributan. Karena pengawal nasional dan kavaleri dapat diandalkan kemampuannya mengendarai kuda untuk menangani keributan sipil, sehingga jumlah unit berkuda mengalami penurunan hingga 40 orang pada awal Perang Dunia II.
Untungnya, mulai akhir Perang Dunia I sampai akhir Perang Dunia II, relatif sedikit pemberontakan yang membutuhkan formasi pasukan besar. Satu contoh, yang dikenal sebagai Bonus Army yang terjadi pada tahun 1932, ketika 15.000 veteran berjalan di Washington, DC, dan secara tidak resmi, diberangkatkan dari kamp mereka oleh Jenderal Douglas MacArthur bersama prajurit berkudanya. Pada tahun 1946, unit pasukan kavaleri yang terakhir dinonaktifkan, dan banyak kota yang menghentikan penggunaan kuda. Dengan demikian, unit berkuda sebagai kekuatan terakhir sudah tidak lagi tersedia, hingga akhirnya muncul kerusuhan tahun 1960-an dan 1970-an. Perdebatan mulai marak seputar taktik dan kegunaan kesatuan ini yang akhirnya kembali kepada unit berkuda. Unit yang sudah lama tidak aktif, dihidupkan kembali dan unit baru mulai diciptakan.
Beberapa unit yang tetap dipertahankan dalam periode waktu yang lama tanpa mengalami gangguan, termasuk New York (1871), San Fransisco (1874), Boston (1883), Baltimore (1890), Cleveland (1906), dan New Orleans (1920). Pada sisi lain, beberapa kota telah menghentikan untuk sementara unit mereka. Termasuk antara lain, Detroit yang mulai tidak aktif tahun 1870, diaktifkan kembali pada tahun 1893; Richmond, Virginia berhenti tahun 1925, muncul kembali tahun 1941; Wilmington, Delaware dihentikan tahun 1928 dihidupkan kembali tahun 1980; Chicago, terbengkalai sejak tahun 1945 sampai 1974; dan St. Louis, Missouri yang dipendam mulai tahun 1948 hingga 1971. Berbeda dengan unit yang terdahulu—yang aktif, berakhir, dan diaktifkan kembali—beberapa unit malah baru dibentuk, yaitu Rutgers University (1972), San Jose, California (1973); Charleston, South Carolina (1978); Providence, Rhode Island (1979); dan Lancaster, Pennsylvania (1980).
Penambahan daftar terdahulu, yang merupakan induk dari unit lain dalam satu kategori atau yang lain. Salah satunya adalah National Park Service yang berkantor pusat di Washington, DC. Unit ini pada akhirnya terhitung sebagai unit terbesar, dan ada beberapa mengatakan sebagai yang tertua. Baik tertua maupun terbesar, yang jelas unit ini merupakan unit yang paling profesional di negeri ini dan terus menjadi model bagi unit lain yang menawarkan konsultasi dan pelatihan bagi mereka. Jumlah unit berkuda di Amerika Serikat beragam, menurut pihak atau departemen mana yang menjawab penelitian. Akan tetapi berdasarkan data yang terkumpul dan beberapa penambahan yudisial, jumlah unit berkisar 100 hingga 120.
Justification (Pembenaran)
Mungkin jumlah unit berkuda tidak begitu penting dibandingkan dengan alasan mengenai keberadaannya. Alasan yang sering tercantum, terdaftar dengan perintah mulai dari urutan atas ke bawah, yaitu : pengendalian kerusuhan dan keributan, hubungan masyarakat, penindasan kejahatan, penegakan hukum umum, patroli taman, pelayanan nonkriminal, permintaan masyarakat, dan lalu-lintas. Hal penting lainnya, pawai, pemakaman, dan arak-arakan kebesaran juga disebutkan.
Hampir semua unit ditempatkan dalam fungsi patroli yang selanjutnya diikuti dengan operasi khusus dan lalu-lintas. Unit ditempatkan sehingga mereka dapat memaksimalkan kemampuan unik mereka. Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa satu orang di punggung kuda sama dengan 10 orang yang berdiri di atas kakinya dalam pengendalian kerusuhan dan keributan; terlebih lagi, tidak ada cara yang lebih efektif dan efisien lagi bagi seorang polisi untuk berinteraksi dengan orang-orang di jalan dengan cara yang lebih baik. Di punggung kuda, jelas terlihat kehadiran seorang polisi, yang siap siaga untuk memberikan informasi serta memberikan bantuan berdasarkan verifikasi. Hampir semua orang sangat tertarik dengan kuda yang menjadi sumber kebanggaan bagi polisi.
Advantages and Disadvantages (Keuntungan dan Kerugian)
Keuntungan berdasarkan perintah mulai dari urutan atas ke bawah, adalah: pandangan penunggang yang leluasa, penampakan dirinya di hadapan publik, hubungan dengan masyarakat, kemampuan untuk meng-operasikannya di tempat tertutup, kemudahan untuk menunjukkan kemampuan melaksanakan tugas di atas pelana, dan bebas polusi serta penghematan bahan bakar. Kerugiannya adalah: cuaca buruk, kurangnya kecepatan saat menempuh jarak jauh, kapasitas muatan yang terbatas, kerentanan dari sifat dasar manusia, dan sampah. Dengan mengacu pada cuaca, hujan, dan salju bukan merupakan hambatan yang dipertimbangkan; bagaimana pun, hambatan ini dianggap merupakan permasalahan kecil.
Kuda dan penunggangnya mampu bertahan dalam temperatur minus 20 derajat sampai 106 derajat Fahrenheit, tetapi hampir semua unit mengambil toleransi antara 12 derajat dan 100 derajat. Kita sama-sama sepakat bahwa pupuk kuda merupakan pencemaran dan apa yang jatuh di jalanan segera hilang dilindas oleh roda mobil. Dalam wilayah residensial, beberapa orang malah mengumpulkannya untuk pertamanan dan hortikultura. Ada sedikit peristiwa menyangkut luka yang disengaja pada kuda.
Selection of the Horse (Pemilihan Kuda)
Semua jenis kuda yang dijumpai di setiap unit, menggunakan berkualitas tangguh. Seekor kuda yang tangguh berasal dari asal-usul yang jelas dan dapat juga dari campuran. Gelding (jenis kuda yang dikebiri) adalah yang paling banyak digunakan, tetapi terkadang juga dijumpai kuda betina dan kuda jantan. Kuda harus memiliki tinggi antara 15 jengkal (70 inci) sampai 17 jengkal (68 inci), dan berat 1.000 sampai 1.300 pon. Pada saat pemilihan, kuda harus berumur 10-12 tahun, dan diharapkan untuk dapat dimanfaatkan selama 9-13 tahun. Kuda tertua yang masih dapat dimanfaatkan berumur 29 tahun, tetapi rata-rata berumur 14 tahun.
Ketika sudah tidak layak untuk digunakan, kuda diistirahatkan, diserahkan, dijual, diperdagangkan, atau dilakukan euthanasia. Hampir semua kuda disumbangkan kepada departemen, beberapa ada yang dimiliki oleh polisi, dan yang lainnya dibeli dengan harga $1.000 hingga $1.500. Jika kuda terbukti tidak dapat diandalkan dalam waktu 30 hari, biasanya diberikan kepada orang lain sesuai dengan kebijakan departemen. Hampir semua pelatih kuda dan penunggangnya ditanggung oleh departemen, namun terdapat juga pusat pelatihan terkenal yang mau membantu di Chicago, St. Louis, dan Detroit, dan di bawah naungan National Park Service.
Tack and Attire (Pemakuan dan Pengenaan Pakaian)
Semua jenis pelana yang digunakan, termasuk tempat duduk depan, adalah McClellans dan stok barat. Untuk tali pengekang, termasuk tipe bitless sampai full double bridle. Dengan pengeluaran berkisar $500 sampai $900 paku yang layak dapat dibeli. Penunggang biasanya mengenakan pakaian bergaya Barat atau Inggris tergantung pada tren lokal.
Selection of the Rider (Pemilihan Penunggang)
Semua penunggang harus memiliki catatan mengenai perilaku yang baik dan bijaksana, dengan kepribadian yang menarik dalam upaya melanjutkan hubungan masyarakat, sementara mereka melakukan penegakan hukum. Usia rata-rata 23 tahun dan tinggi berkisar 5 kaki 6 inci sampai 6 kaki 5 inci dengan median sekitar 5 kaki 9 inci; berat 140 hingga 225 kilo, lebih disukai dengan berat kira-kira 180 kilo. Dengan penerimaan penunggang-penunggang wanita, ketentuan ini mengalami perubahan. Pelatihan khusus dibutuhkan dan penunggang akan membawa lampu senter, radio, senapan genggam, dan tongkat komando. Pada situasi pengendalian keributan, beberapa komandan musiman tidak menggunakan tongkat komando dan menggunakan bahan kimia. Masker gas terbukti dapat diandalkan sebagai penghalang; beberapa penunggang mengenakannya dan gas air mata tidak akan mempengaruhi kuda.
Deployment of Units (Penyebaran Unit)
Tidak ada kondisi geografis atau iklim yang menghalangi penggunaan kuda dengan bijaksana. Terlebih lagi, penggunaan kuda berlaku untuk semua kondisi sosial, ekonomi, dan demografi. Semua kesatuan politik dari tingkat federal sampai pemerintahan daerah, dapat menggunakan kuda; begitu pula organisasi keamanan swasta. Unit berkuda sangat efektif dan efisien dalam area belanja, industri, dan komersial, wilayah kumuh, area rekreasi, dan sepanjang perbatasan nasional. Produktivitas unit ini susah untuk diukur, namun ada konsensus yang menyatakan bahwa mereka merupakan suatu kelompok orang yang saling berbaur, yang dapat diperhitungkan dengan setiap cara. Ada satu (surat) peringatan bagi para koordinator yang mencari pengakuan terhadap unit baru. Jika unit ini depekerjakan untuk hubungan masyarakat dan upacara spektakular dengan sedikit mengacu pada penegakan, unit ini akan dipertimbangkan pada keseimbangan dan kenonaktifannya dapat diantisipasi.
Unit berkuda ini diharapkan lebih menitikberatkan pada lingkup penegakan hukum secara umum. Dengan demikian, masa depan polisi berkuda terletak pada bagaimana menyikapi dan memahami kuda, terutama bagi para administrator polisi dan pejabat pemerintah di balik perangkat keras dan “iptek” untuk metode yang memenuhi kebutuhan perilaku manusia. Pengaturan yang baik dan penyebaran unit yang baru akan menjadi sesuatu yang disambut dan dipuji oleh masyarakat.